Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 April 2013

Goa Tan Tik Siou, Sumberagung, Tulungagung (Deskripsi Bangunan)




      Tan Tik Siou, seorang tokoh dari desa Sumberagung, kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, merupakan salah satu dari tokoh yang keberadaannya dianggap misterius karena sedikitnya sumber yang dapat ditemukan. Hal ini diperparah dengan tak sedikitnya masyarakat khususnya para generasi muda yang kurang mengetahui peran dan riwayat Tan Tik Siou. padahal Tan Tik Siou dianggap cukup berpengaruh di lingkungan sekitarnya, yaitu di desa Sumberagung. Ketika memasuki pintu gerbang pertama, terdapat dua batang pohon aasam dengan ukuran cukup besar. Situasi di luar goa sangat tandus dan kondisi dari tembok pintu gerbang kedua telah mengalami vandalisme oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
Salah satu sudut lokasi Goa Tan Tik Siou
            Di bagian dalam terdapat dua lapisan pintu gerbang. Lapisan pertama dikelilingi oleh tembok berwarna merah dengan panjang ±15 m. Dalam lingkup gerbang pertama ini terdapat dua buah fasilitas umum yang berupa tempat duduk dengan atap dengan model payung. Lapisan kedua juga merupakan tembok berwarna merah dengan keadaan yang tidak jauh berbeda dengan lapisan pertama.
            Memasuki pintu gerbang lapisan kedua, di sini merupakan halaman utama dari Goa Tan Tik Siou  , dan halaman inilah terdapat tembok dengan lubang yang cukup kecil namun dapat dilewati dengan cara merunduk.

Senin, 18 Februari 2013

Ekspedisi Liburan Akhir Pekan


Anggota Ekspedisi Liburan Akhir Pekan :
1.      Trijono, S.S.
2.      Kang Karyo (Maryoko)
3.      Aning
4.      Dimas
5.      Maha
6.      Nikmah
7.      Vika
8.      Delta
9.      Huda
       Liburan akhir pekan kali ini, penulis bersama rekan-rekan anggota KIR IPS Mantasa Green berkunjung ke dukuh Bolu, Kabupaten Tulungagung dalam rangka mencari fosil untuk menambah koleksi dari laboratorium IPS sekolah. Kami dibimbing oleh dua orang kru KS2B, yang salah satunya merupakan guru sejarah penulis. Untuk acara liburan kali ini kami hanya mengikuti KBM pada jam pelajaran ke-1 sampai jam ke-4, selanjutnya kami berkumpul di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Beji, karena ini bukan acara sekolah, maka kami menanggalkan seragam dan atribut sekolah.

Kamis, 07 Februari 2013

Study Tour : Menapaki Reruntuhan Masa Lalu



Hari Minggu, tepatnya tanggal 3 Januari 2013,  ada acara study tour yang rencananya akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Kabupaten Tulungagung, yaitu tepatnya ke Candi Sanggrahan, Candi Gayatri, dan Museum Daerah Tulungagung. Sebelumnya kami berkumpul di sekolah pukul 07.00 WIB, dan kemudian menurut rencana akan berangkat pukul 07.30, namun karena ada beberapa rekan yang terlambat maka keberangkatan jadi molor hingga pukul 07.45 WIB. Tujuan pertama adalah Candi Sanggrahan, yang berada di Kecamatan Boyolangu, dan perlu diketahui lokasi yang dituju semuanya berada di lingkungan Kecamatan Boyolangu.
Kami tiba di lokasi sekitar pukul 08.05 WIB, seperti halnya ciri khas dari mayoritas candi di Jawa Timur, bangunan Candi Sanggrahan menghadap ke barat atau menghadap mentari terbenam, selain itu juga terbuat dari batu bata. Bentuk dari bangunan candi juga memakai ciri khas bangunan Nusantara yaitu Punden Berundak. Diperkirakan candi ini dibangun pada masa kerajaan Majapahit dengan rajanya Hayam Wuruk sekitar abad ke-12 sampai 13 Masehi. Nama candi Sanggrahan dapat diartikan sebagai tempat persinggahan, karena di tempat inilah diperkirakan rombongan kerajaan Majapahit singgah sebelum menuju ke Candi Gayatri. Kondisi dari gapura atau Bentar dari candi ini sudah dalam keadaan rusak dimakan usia, selain itu Panel di bagian atas candi, gambarnya sudah terkikis, sehingga hanya tinggal panel saja tanpa gambar, namun

Minggu, 27 Januari 2013

Visit Central Java and Yogyakarta Running : Abdul Jalil Museum



Museum Abdul Jalil, berlokasi di wilayah Akademi Militer di daerah Magelang, di bagian serambi terdapat seekor harimau yang telah diawetkan dalam kotak kaca dengan ukuran cukup besar, dan dibagian belakangnya terdapat patung setengah badan Abdul Jalil yang merupakan seorang Taruna yang menjadi pahlawan dan gugur saat Agresi Militer Belanda II. Kami dipersilahkan masuk ke ruang pertama yang berisi perlengkapan-perlengkapan yang berkaitan dengan kemiliteran, namun di sana seperti bagian serambi, di ruangan ini juga terdapat seekor harimau yang telah diawetkan dalam kotak kaca. Peralatan kemiliteran yang terdapa di ruang pertama ini pernah digunakan dalam perjuangan selama agresi militer Belanda II, mulai dari seragam, dan beberapa senjata yang salah satunya berupa pedang.
Untuk menuju ruang kedua kami harus kembali melewati serambi, tapi ada satu hal yang terlupa berupa Site Plan Akademi Militer, yang berupa miniature dari wilayah dan bangunan yang ada di Akmil Magelang. Selain itu pada patung setengah badan Abdul Jalil ternyata tertuliskan riwayat singkat beliau, berupa tanggal lahir, agama, dan riwayat pendidikannya. Selanjutnya